Selasa, 01 Desember 2009

Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah ( BIAS ) Puskesmas Batang Kulur Tahun 2009


Pada bulan november tahun 2009 ini puskesmas batang kulur melaksanakan kegiatan BIAS ( Bulan Imunisasi Anak Sekolah ). Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun kegiatannya biasanya menjelang akhir tahun. Pelaksanaan Imunisasi ini dilaksanakan oleh staf puskesmas yang terdiri dari perawat dan bidan yang terbagi dalam 3 Tim. Imunisasi ini dilakukan pada anak sekolah dasar mulai kelas 1 sampai kelas 3. Adapun jenis imunisasi yang diberikan adalah imunisasi DT ( Difteri dan Tetanus ) untuk anak kelas 1, dan imunisasi TT ( Tetanus ) pada anak 2 dan 3 . Dan Alhamdulillah imunisasi pada tahun ini bisa berjalan dengan lancar “ kata H. Taufik Rakhman, AMK, selaku koordinator imunisasi di puskesmas batang kulur .

Di wilayah puskemas batang kulur terdiri dari 9 desa yang didalamnya tedapat 14 sekolah dasar/sederajat. Dibawah ini adalah tabel nama sekolah dasar/ sederajat beserta data jumlah cakupan imunisasi nya :
(1) SDN Batang Kulur Tengah, jumlah cakupan kelas 1 : 16 org, kelas 2 : 13 org, dan kelas 3 : 18 org.(2) SDN Ida Manggala jumlah cakupan kelas 1 : 7 org, kelas 2 : 7 org, dan kelas 3 : 9 org. (3) SDN Jarau jumlah cakupan kelas 1 : 13 org, kelas 2 : 15 org, dan kelas 3 : 9 org. (4) SDN Tampang jumlah cakupan kelas 1 : 9 org, kelas 2 : 6 org, dan kelas 3 : 8 org. (5) SDN Barukat jumlah cakupan kelas 1 : 4 org, kelas 2 : 1 org, dan kelas 3 : 5 org. (6) SDN Bumi Berkat jumlah cakupan kelas 1 : 7 org, kelas 2 : 4 org, dan kelas 3 : 4 org. (7) SDN Sei Kali 1 jumlah cakupan kelas 1 : 10 org, kelas 2 : 7 org, dan kelas 3 : 10 org. (8) SDN Sei Kali 2 jumlah cakupan kelas 1 : 4 org, kelas 2 : 4 org, dan kelas 3 : 5 org. (9) SDN Seranggan 1 jumlah cakupan kelas 1 : 10 org, kelas 2 : 8 org, dan kelas 3 : 9 org. (10) SDN Seranggan 2 jumlah cakupan kelas 1 : 4 org, kelas 2 : 7 org, dan kelas 3 : 5 org. (11) SDN Bumi Thaibah jumlah cakupan kelas 1 : 8 org, kelas 2 : 9 org, dan kelas 3 : 15 org. (12) SDN Tamiyang jumlah cakupan kelas 1 : 7 org, kelas 2 : 22 org, dan kelas 3 : 10 org. (13) MI Tatas jumlah cakupan kelas 1 : 11 org, kelas 2 : 5 org, dan kelas 3 : 3 org. (14) MI Baru jumlah cakupan kelas 1 : 10 org, kelas 2 :6 org, dan kelas 3 : 6 org.

Selasa, 18 Agustus 2009

Penyakit Flu Babi: Yang Perlu Diketahui Dan Diwaspadai




Dengan merebaknya Flu Babi di beberapa negara dan kemungkinan masuknya penyakit
tersebut ke Indonesia, dimana penyakit Flu Babi adalah termasuk penyakit zoonosa (dapat
menular dari hewan ke manusia), maka penyakit tersebut perlu kita ketahui bersama.
Flu babi adalah penyakit alat pernafasan yang seringkali secara enzootik /endemik
(kejadian penyakit dalam periode tertentu pada suatu daerah yang seringkali terjadi kasus penyakit
dengan jumlah yang selalu relatif sama dan biasa terjadi ) berjangkit pada perusahaan-perusahaan
babi.
Namun demikian kasus Flu Babi yang terjadi pada manusia saat ini sudah bersifat pandemik
(penyakit sudah tersebar ke mancanegara), dan
penyakit Flu Babi yang saat ini baru muncul diinformasikan pertama terjadi di Meksiko sejak bulan
Maret 2009. Tidak kurang dari 1400 orang terjangkit Flu Babi dan 103 orang diantaranya
meninggal. Selain itu dilaporkan ada 20 kasus Flu Babi di Amerika Serikat, 4 kasus di Kanada dan
10 kasus di Selandia Baru.
Menurut Situs Center for Control and Prevention (CDC) AS, normalnya virus Flu Babi hanya
berjangkit pada babi dengan kematian rendah. Namun secara sporadis terjadi infeksi pada
manusia. Pada bulan September 1988 di Wisconsin AS seorang perempuan hamil meninggal
akibat Flu Babi setelah mengunjungi sebuah pameran babi.
Penyebab Flu Babi adalah virus Influenza Type A subtype H1N1 dari familia
Orthomyxoviridae. Flu atau Influenza ada 2 Type yaitu :
1. Type A: menular pada unggas (ayam, itik dan burung ) serta Babi
2. Type B dan Type C: menular pada manusia
Sedangkan nama Influenza berasal dari bahasa Italia yang berarti “pengaruh“. Virus
Influenza Type A ini pertama kali diisolasi pada tahun 1980. Saat ini ada subtype Flu Babi yang
teridentifikasi yaitu H1N1, H1N2, H3N1 dan H2N2. Selain pada manusia, penyakit ini juga
berjangkit pada unggas, babi, anjing, kucing, dan kuda.
Gejala atau tanda klinis yang nampak pada ternak babi anatara lain:
ternak babi mengalami demam, panas tubuh lebih dari 41 0 C, ngorok, batuk-batuk serta diare
namun kadang tanda-tanda tersebut tidak nampak.
Sedangkan tanda klinis pada manusia yaitu: mirip flu pada manusia, demam, panas tubuh
lebih dari 38 0 C, lesu, sakit kepala, batuk, pilek, tenggorokan sakit, iritasi pada mata, sesak nafas
tapi tidak separah flu burung, mual, muntah dan diare.
Penularan penyakit Flu Babi adalah sebagai berikut:
1.Secara kontak langsung (bersentuhan, terkena lendir penderita)
2.Tidak langsung ( virus ini menyebar lewat udara, peralatan kandang, alat transportasi dll )
Virus ini sangat sangat mudah menular bisa lewat bersin dan batuk penderita.
Virus ini tidak menular lewat daging babi jika telah dimasak dengan suhu minimal 71 0 C
atau lebih dari 80 0 C .
WWW.BANYUMASKAB.GO.ID
Virus H1N1 ini terjadi penyebarannya melalui kontak dari manusia ke manusia menjurus ke
pandemi.
Masa Inkubasi ( masuk penyakit sampai timbulnya gejala ) virus adalah 3 – 5 hari.
Untuk mengatasi pencegahan terhadap manusia dengan obat antivirus Oseltamivir (Tamiflu)
atau Zanamivir (Relenza). Obat tersebut effektif jika mulai diberikan dalam 2 hari pertama
gejala tampak.
Menurut penelitian, antigen H1N1 pada Flu Babi tidak sama dengan H1N1 pada manusia,
karena virus Flu Babi tidak bisa dicegah dengan Vaksin Flu manusia.
Menurut Deputy Directur CDC AS Science and Public Health yaitu Dr.Anne Schiclat, strain
virus Flu babi di AS merupakan perpaduan virus Flu manusia, Flu Burung serta tipe Flu Babi dari
Amerika, Eropa dan Asia.
Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) dan CDC memberikan perhatian pada strain ini. Flu
Babi yang baru ini karena bisa menular dari manusia ke manusia dengan kematian cukup tinggi.
Hal ini berpotensi menimbulkan pandemi.
Penanganan yang harus diperhatikan pada ternak babi :
· Pemeriksaan klinis yang rutin pada babi,
· Kandang harus selalu bersih dan penyemprotan kandang dengan desinfektan
sesering mungkin,
· Jika ada babi yang terinfeksi oleh virus Flu Babi, maka segera dimusnahkan.
Standar penanganan virus Flu Babi sama dengan penanganan virus Flu Burung.
Agar terhindar dari Flu Babi yang harus diperhatikan pada manusia maka kita harus melakukan
tindakan antara lain:
1. Mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih
2. Mencuci tangan sebelum makan
3. Memasak daging babi lebih dari 80 0 C
4. Tidak cium pipi /tangan
5. Pergunakan masker di wilayah peternakan babi

Waspada !!!! Penyakit Flu Babi !!!




Virus flu kembali merajalela. Jika kita di Indonesia selalu dihantui virus flu burung (H5N1) sejak beberapa tahun terakhir, maka di bulan April ini, sekitar seribu orang di Meksiko terinfeksi virus flu babi (H1N1), 60 orang diantaranya meninggal dunia. Tidak hanya itu, virus yang sama juga telah mencapai Texas dan California, dimana 8 orang positif terinfeksi.

Penularan Antar Manusia

Babi sebagai sumber flu babi memiliki keunikan. Hewan ini tidak hanya dapat terinfeksi oleh virus flu babi, tapi juga virus flu yang berasal dari unggas dan virus flu manusia. Saat virus flu dari spesies yang berbeda menginfeksi babi, virus-virus tersebut dapat saling berkombinasi (tukar menukar elemen genetik) sehingga muncul virus baru. Saat ini dikenal empat macam virus flu babi yaitu H1N1, H1N2, H3N2, dan H3N1. Tetapi yang belakangan banyak ditemukan adalah jenis H1N1.

Virus H1N1 sejatinya hanya mengenai babi, tetapi karena adanya mutasi maka virus ini berubah sifat sehingga mampu menginfeksi manusia. Parahnya lagi, tidak seperti virus flu burung (H5N1) yang tidak ditularkan dari manusia ke manusia, virus flu babi H1N1 dapat menyebar dari orang ke orang.

Penularan dari babi ke manusia terjadi karena adanya kontak dengan babi yang terinfeksi atau kontak dengan benda-benda yang telah terkontaminasi. Sedangkan penularan dari manusia ke manusia hampir sama dengan cara penularan flu biasa, yaitu melalui batuk atau bersin. Manusia juga dapat terinfeksi karena menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus flu babi dari dari orang lain, kemudian memegang mulut atau hidungnya.

Gagal Napas

Gejala flu babi hampir sama dengan flu biasa, yaitu demam, lesu, kurang semangat, dan batuk. Selain itu juga dapat dijumpai gejala meler dari hidung, radang tenggorokan, mual, muntah, dan diare. Pada tahap lanjut, dapat dijumpai sesak napas. Kematian biasanya terjadi akibat adanya kegagalan pernapasan.

Pada babi yang terkena virus H1N1, gejala biasanya berupa peningkatan suhu tubuh, depresi, batuk, keluar cairan dari hidung atau mata, bersin, susah bernapas, mata merah, dan tidak mau makan.

Pencegahan Penting

Obat flu babi sama dengan obat yang digunakan untuk flu biasa atau flu burung. CDC merekomendasikan obat antivirus oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir. Hanya saja, obat ini lebih efektif jika diberikan pada tahap dini perjalanan penyakit, saat kerusakan pada sel paru-paru belum terlalu parah.

Belum ada vaksin yang dapat melindungi manusia agar tidak terkena flu babi. Oleh karena itu, langkah pencegahan untuk membatasi penularan sangat penting. Berikut tindakan yang perlu diambil untuk mengurangi risiko penularan jika Anda sedang berada di daerah wabah flu babi :
Menutup hidung dan mulut dengan tissue saat batuk atau bersin. Membuang tissue ke tempat sampah setelah digunakan.
Mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah batuk atau bersin. Tissue yang mengandung alkohol juga dapat digunakan.
Menghindari kontak erat dengan orang yang sakit flu.
Jika sakit, hendaknya tetap berada di rumah, tidak pergi bekerja atau ke sekolah, agar tidak menginfeksi orang lain.
Menghindari menyentuh mata, hidung, atau mulut. Virus menular lewat bagian tubuh tersebut.

Sabtu, 30 Mei 2009

Acara Lokmin Dan Pisah Sambut Dokter Puskesmas


Pada tanggal 30 Mei 2009 dilaksanakan lokakarya mini puskesmas yang dihadiri oleh seluruh staf puskesmas. Tapi lokakarya mini (lokmin)pada tanggal ini agak berbeda dari lokakarya mini pada bulan-bulan sebelumnya, karena disamping lokmin yang membahas serta merencanakan dan menindak lanjuti program puskesmas juga ada acara pisah sambut dokter puskesmas. Dokter puskesmas yang akan pindah tugas adalah dokter betsi sumanti, dan dokter yang akan menggantikan adalah dokter Andri Simanjuntak.
Acara lokmin dan pisah sambut ini dipimpin oleh kepala puskesmas batang kulur, ibu Hj. Laila Latifah AM.Keb. “ Kami atas nama Puskesmas mengucapkan selamat jalan dan banyak terima kasih kepada dokter betsi atas dedikasinya selama bertugas di puskesmas, dan kami juga mengucapkan selamat datang dan selamat melaksanakan tugas di puskesmas batang kulur kepada dokter Andri semoga lebih meningkatkan kinerja dan peran puskesmas lagi” kata HJ. Laila dengan serius.
Dalam kata sambutannya dokter betsi mengucapkan kesan-kesan nya selama bertugas 1 tahun di puskesmas batang kulur.” Banyak pengalaman, ilmu dan rasa kebersamaan yang saya dapatkan selama saya melaksanakan tugas, dan pengalaman ini tidak bisa saya lupakan” kata dokter betsi dengan suara lirih.pada kesempatan itu juga dokter betsi mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya apabila selama dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan ada kekurangan, salah khilaf beliau mengucapkan banyak minta maaf.
Sedangkan dokter baru yang akan menggantikan dokter lama adalah dokter Andri, dalam sambutannya dokter Andri mengucapkan salam perkenalan, dan beliau merasa sangat terkesan dengan suasana keakraban di puskesmas batang kulur. “semoga dengan rasa keakraban itu bisa lebih meningkatkan semangat kebersamaan kita dalam melaksanakan tugas puskesmas memberikan pelayanan kepada masyarakat” demikian kata dokter ramah dan suka senyum ini…

Pelatihan CLTS ( Community Lead Total Sanitation )


Pada tanggal 16-18 Mei 2009 diadakan pelatihan CLTS ( Community Lead Total Sanitation ) yang diselenggarakan oleh bagian P2PL khususnya Bagian Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang dalam hal ini di laksanakan oleh Bapak M. Arifin. SKM dan sebagai Narasumber adalah Bapak Rusaidi Fahmi dari Puskesmas Bamban. . Perwakilan dari Puskesmas Batang Kulur di wakili oleh Rosdiansyah (Sanitarian), Rahlian (Bidan) dan Basuki Alfiannor ( Promosi Kesehatan )
Pelatihan ini bertempat di Hotel Mutiara Barabai. Pelatihan ini dihadiri oleh semua Puskesmas se Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Petugas yang hadir ada dari tenaga sanitarian, promosi kesehatan dan bidan. Pelatihan CLTS ini sangat menarik karena mengutamakan peran utama langsung dari masyarakat untuk merubah perilaku kesehatan yang tidak baik khususnya dalam BAB ( Buang Air Besar ) sembarangan. Konsep ini berasal dari Negara Bangladesh dan sukses dilaksanakan. Sebelum ada program ini di kota mahastra Bangladesh perilaku buruk masyarakat buang air besar di sembarang tempat sangat besar. Sehingga ada dari LSM kesehatan disana yang mengembangkan konsep ini.
Pendekatan CLTS ( Community Lead Total Sanitation) adalah suatu pendekatan yang diterapkan untuk memfasilitasi masyarakat dalam memahami permasalahan dan potensi peningkatan sanitasi di komunitas nya dengan prinsip-prinsip :
1. Tanpa subsidi kepada masyarakat
2. Tidak menggurui, tidak memaksa dan tidak mempromosikan jamban buat BAB
3. Masyarakat sebagai pemimpin
4. Masyarakat terlibat secara total dalam melaksanakan analisis permasalahan dan potensi, perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan pemeliharaan.
Pelatihan ini berlangsung dengan lancar. Selama proses pelatihan semua peserta mengikuti dengan santai dan kadang diselingi dengan tawa karena ada beberapa peserta yang lucu.pelatihan ini banyak kegiatan simulasinya sehingga banyak improvisasi lucu dari para peserta……semoga dengan pelatihan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan diri peserta sendiri…Amin.

Sabtu, 18 April 2009

Sosialisasi Desa Siaga Tamiyang dari DHS


undefined

Sosialisasi Desa Siaga Dan Musyawarah Masyarakat Desa
Desa Tamiyang. Kec. Sungai Raya. Kab. Hulu Sungai Selatan

Pada Tanggal 18 April 2009, bertempat di desa Tamiyang kecamatan sungai raya Kab.HSS jam 09.30 wita dilaksanakan Sosialisasi Desa Siaga oleh Fasilitator Desa Siaga Agustina Handayani.SKM beserta Tim DHS Dinas Kesehatan Kab.HSS. Pertemuan ini dihadiri oleh Pimpinan Puskesams Batang Kulur Ibu Hj. Laila Latifah. Am.Keb, beserta beberapa orang staf Puskesmas Batang Kulur, Kepala Desa Tamiyang Bapak Hamberi, serta kader desa siaga, kader posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda di desa tamiyang. Penyampaian Sosialisasi Desa Siaga ini di sampaikan oleh Fasilitator desa siaga, para peserta pun serius menyimak penjelasan yang diberikan. “Program desa siaga ini sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat desa tamiyang, karena sejak dari tahun 2006 program ini sudah mulai diperkenalkan dan dilaksanakan desa tamiyang,yang mana pembiayaan pelaksanaan nya dari dana APBD Bidang kesehatan Kab HSS. jadi sekarang hanya menyesuaikan dengan model desa siaga khusus dari Program DHS” Kata Pimpinan Puskesmas Batang Kulur Ibu Hj. Laila Latifah dalam sambutannya. Kepala desa tamiyang bapak Hamberi pun dalam sambutannya mengatakan “ bangga sekali karena desa tamiyang bisa terpilih sebagai salah satu desa yang ditunjuk oleh Tim DHS sebagai salah satu desa di Kab.HSS yang mendapat dana pelaksanaan dari program DHS, maka kami selaku mewakili masyarakat desa tamiyang mendukung pelaksanaan program desa siaga ini” katanya dengan nada serius.
Pada saat musyawarah masyarakat desa berlangsung seru, karena beragam sekali tanggapan dan pendapat peserta yang akan memilih calon pengurus desa siaga di desa tamiyang. Akhirnya didapatkan hasil dari musyawarah tersebut nama-nama pengurus nya, yaitu :
Penanggung jawab : Kepala Desa Tamiyang
Ketua : Syamsuri Arsyad
Sekretaris : Israida
Bendahara : Susilawati
Anggota / Kader : Misrana Anggraini, Maria Ulfah, Qariati Janah dan Faridah
Setelah selesai musyawarah masyarakat desa dilanjutkan tentang teknis petunjuk pengisian dan pelaksanaan pelaksanakan survey masyarakat desa oleh Bidan desa tamiyang Yuli Retna Ningsih. Am.Keb. Kemudian acaranya berakhir pada jam 12.00 wita, sungguh sangat menyenangkan apabila setiap kegiatan yang akan dilaksanakan oleh petugas kesehatan bisa didukung oleh masyarakat ;D

Kamis, 16 April 2009


Puskesmas Batang Kulur
Lead and official 2009



NO / NAMA / JABATAN

1 / Hj. Laila Latifah. Am.Keb / Pjs. Kepala Puskesmas
2 / Dr. Betsi Sumanti / Dokter Puskesmas
3 / Harliatie / Epedimiologi;Surveilance
4 / Rahlian Am.Keb / Bidan Puskesmas
5 / Rosdiansyah / Kesehatan Lingkungan
6 / H. Taufik R. AMK / Perawat;Imunisasi
7 / Hj. Huriah / Kesehatan Lingkungan
8 / Siti Rahmah. Am.AK / Analis Kesehatan
9 / Ana Lustiawati Am.G / Ahli Gizi;Nutrisionis
10 / Basuki Alfiannor. S.Kep.Ns / Perawat;Promosi Kesehatan
11 / Risma Defiyanti. SKM / Kesehatan Masyarakat
12 / Muhammad Muderi. AMK / Perawat;Petugas Peny. TBC
13 / Ana Relawati. AMK / Perawat
14 / Sri Ariana. AMK / Perawat;Petugas Peny. Kusta
15 / Ani Fardiah. AMK / Perawat
16 / Eka Tri Wahyuni. Am.Keb / Bidan Desa
17 / Norchaidah. Am.Keb / Bidan Desa
18 / Herika Silviati / Bidan Desa
19 / Ridha Yulyanti / Bidan Desa
20 / Nurmin Hairita / Perawat Gigi
21 / Mugi Naluri Utami Am.Keb / Bidan Desa
22 / Yuli Retna Ningsih Am.Keb / Bidan Desa
23 / A Mulkani / Sopir
24 / Aplansyah / Tata Usaha
Related Posts with Thumbnails